Tak
Seindah Isi Hatimu
Hai cantika,” suara itu terdengar setiap akun melintas di
depan mereka. Aku tak mengerti mengapa mereka memandangku bebeda. Bukankan
setiap manusia itu sama? Aku Bunga Aprillia siswi SMA Cindrawasih Bojonegoro.
Setiap hari aku selalu sendiri, teman-temanku tak ada yang
mau berteman denganku. Bahkan teman satu kelasku tak ada yang mau duduk satu
bangku denganku.
“Hai cantik,”,” huh, mereka lagi.” Aku tak menghiraukan
mereka dan langsung pergi begitu saja. “Bunga cantik,” suaranya terdengar
seperti suara clara. “Bunga…! Di panggil dari tadi kok diam?”,”Clara?” aku
terkejut akan kehadiran Clara. “Iya Bunga aku Clara, baru di tinggal sebentar
aja kok sudah pangling”,”kamu sih nggak ada kabarnya, kemana aja?” ,”Aku kan
ikut Ayahku ke Australia”,”wah enak ya jadi kamu. Ngomong-ngomong kamu sekolah
di sini?”,”Iya Bunga Cantik. Yuk kita pulang bareng!” akhirnya aku sekarang
tidak kesepian lagi karena hadirnya Clara di sekolah ini.
Clara adalah teman baikku dan satu-satunya teman yang dapat
mengerti keadaanku. Clara saat ini satu kelas dan bahkan satu bangku denganku.
“Bunga, kenapa sih mereka begitu sama kamu?”,”biarkanlah ra, mereka saat ini
belum bisa melihat perbedaan”,”Ah, Bunga dari dulu kamu itu emang nggak pernah
berubah .”
Suatu hari saat aku datang dan kemudian duduk di bangku
kelas, kutemukan setangkai bunga mawar
di laci mejaku. “Mungkin ini milik Clara,” gumanku dalam hati. Mana ada
lelaki yang akan suka kepada wanita buruk rupa sepertiku. Semua berawal 2 tahun
yang lalu saat terjadi kebakaran hebat yang membakar rumahku dan termasuk
membakarku.
“Hey bunga selamat pagi”,”pagi juga Clara”sambil termenung
menyesali apa yang telah kualami. “kamu kok bengong begitu sih Bunga”,”eh,
enggak kok Ra, ini aku menemukan bunga mawar merah di dalam lacimu Ra”,”Oh, iya
itu bunga dari Kevin sengaja di taruh laciku” sambil tertawa kecil. Memang
beruntung kamu Ra, belum aja ada sebulan kamu sekolah disini sudah banyak yang
menyukaimu. “Aku memang tak seberuntung kamu” gumanku dalam hati.
Sudah seminggu ini, aku menemukan bunga di laciku, “senangnya
jika aku menjadi Clara, setiap hari di beri bunga dari kak Kevin” sambil
termenung. Kak Kevin itu adalah cowok yang super baik dan juga tidak sombong
terhadap siapapun. Dia juga anak yang pintar, menurutku dia adalah cowok yang
sempurna buat setiap wanita. Beruntungnya jika Clara dapat memikiki seorang
Kevin.
“Bunga!” Suara Clara
terdengar keras memanggilku. “Ada apa Clara?”,”Bunga, ada yang mau ketemu sama
kamu”,”siapa Ra?” aku masih tak rahu dengan apa yang di bicarakan oleh Clara.
Tiba-tiba Kevin datang,”Bunga, aku adalah orang yang ingin bertemu
denganmu”,”kak Kevin?” aku pun terkejut mendengar itu.
“Bunga, jadi selama ini aku suka sama kamu. Aku juga yang
sengaja menaruh bunga di laci meja kamu dan aku menyuruh Clara untuk
mengumpulkannya. Dan ternyata bunga yang terkumpul selama ini tidak cukup untuk
menyaingi keindahan hati kamu. Aku sadar bahwa keindahan seseorang bukan hanya
dilihat dari paras luarnya saja. Banyak orang yang indah luarnya tetapi
dalamnya tak seindah isi hatinya, tak seperti kamu.”
Begitulah keadaan yang ku alami. Terkadang manusia itu berada
pada saat yang susah dan juga berada pada saat bahagia. Kita seharusnya selalu
menikmati setiap keadaan susah maupun senang karena hidup itu adalah anugerah
dari Tuhan. Semenjak aku jadian dengan Kevin hidupku menjadi berubah. Kevin
membantu biaya pengobatan luka bakarku hingga aku sekarang menjadi seperti dulu
lagi.
@yusufsandi


0 komentar:
Posting Komentar