Rabu, 09 Oktober 2013

Tak Seindah Isi Hatimu

Tak Seindah Isi Hatimu
Hai cantika,” suara itu terdengar setiap akun melintas di depan mereka. Aku tak mengerti mengapa mereka memandangku bebeda. Bukankan setiap manusia itu sama? Aku Bunga Aprillia siswi SMA Cindrawasih Bojonegoro.
Setiap hari aku selalu sendiri, teman-temanku tak ada yang mau berteman denganku. Bahkan teman satu kelasku tak ada yang mau duduk satu bangku denganku.
“Hai cantik,”,” huh, mereka lagi.” Aku tak menghiraukan mereka dan langsung pergi begitu saja. “Bunga cantik,” suaranya terdengar seperti suara clara. “Bunga…! Di panggil dari tadi kok diam?”,”Clara?” aku terkejut akan kehadiran Clara. “Iya Bunga aku Clara, baru di tinggal sebentar aja kok sudah pangling”,”kamu sih nggak ada kabarnya, kemana aja?” ,”Aku kan ikut Ayahku ke Australia”,”wah enak ya jadi kamu. Ngomong-ngomong kamu sekolah di sini?”,”Iya Bunga Cantik. Yuk kita pulang bareng!” akhirnya aku sekarang tidak kesepian lagi karena hadirnya Clara di sekolah ini.
Clara adalah teman baikku dan satu-satunya teman yang dapat mengerti keadaanku. Clara saat ini satu kelas dan bahkan satu bangku denganku. “Bunga, kenapa sih mereka begitu sama kamu?”,”biarkanlah ra, mereka saat ini belum bisa melihat perbedaan”,”Ah, Bunga dari dulu kamu itu emang nggak pernah berubah .”
Suatu hari saat aku datang dan kemudian duduk di bangku kelas, kutemukan setangkai bunga mawar  di laci mejaku. “Mungkin ini milik Clara,” gumanku dalam hati. Mana ada lelaki yang akan suka kepada wanita buruk rupa sepertiku. Semua berawal 2 tahun yang lalu saat terjadi kebakaran hebat yang membakar rumahku dan termasuk membakarku.
“Hey bunga selamat pagi”,”pagi juga Clara”sambil termenung menyesali apa yang telah kualami. “kamu kok bengong begitu sih Bunga”,”eh, enggak kok Ra, ini aku menemukan bunga mawar merah di dalam lacimu Ra”,”Oh, iya itu bunga dari Kevin sengaja di taruh laciku” sambil tertawa kecil. Memang beruntung kamu Ra, belum aja ada sebulan kamu sekolah disini sudah banyak yang menyukaimu. “Aku memang tak seberuntung kamu” gumanku dalam hati.
Sudah seminggu ini, aku menemukan bunga di laciku, “senangnya jika aku menjadi Clara, setiap hari di beri bunga dari kak Kevin” sambil termenung. Kak Kevin itu adalah cowok yang super baik dan juga tidak sombong terhadap siapapun. Dia juga anak yang pintar, menurutku dia adalah cowok yang sempurna buat setiap wanita. Beruntungnya jika Clara dapat memikiki seorang Kevin.
“Bunga!”  Suara Clara terdengar keras memanggilku. “Ada apa Clara?”,”Bunga, ada yang mau ketemu sama kamu”,”siapa Ra?” aku masih tak rahu dengan apa yang di bicarakan oleh Clara. Tiba-tiba Kevin datang,”Bunga, aku adalah orang yang ingin bertemu denganmu”,”kak Kevin?” aku pun terkejut mendengar itu.
“Bunga, jadi selama ini aku suka sama kamu. Aku juga yang sengaja menaruh bunga di laci meja kamu dan aku menyuruh Clara untuk mengumpulkannya. Dan ternyata bunga yang terkumpul selama ini tidak cukup untuk menyaingi keindahan hati kamu. Aku sadar bahwa keindahan seseorang bukan hanya dilihat dari paras luarnya saja. Banyak orang yang indah luarnya tetapi dalamnya tak seindah isi hatinya, tak seperti kamu.”
Begitulah keadaan yang ku alami. Terkadang manusia itu berada pada saat yang susah dan juga berada pada saat bahagia. Kita seharusnya selalu menikmati setiap keadaan susah maupun senang karena hidup itu adalah anugerah dari Tuhan. Semenjak aku jadian dengan Kevin hidupku menjadi berubah. Kevin membantu biaya pengobatan luka bakarku hingga aku sekarang menjadi seperti dulu lagi.

@yusufsandi

0 komentar:

Posting Komentar